Lebaran Pertama Baby Q
Harusnya saat ini baby Q sudah berada di kampung. Menikmati udara sejuk yang bebas polusi. Berdebar menunggu pawai takbiran keliling kampung yang dibawakan para pemudanya. Pawai yang dibarengi konvoi motor dan satu mobil bak terbuka yang membawa pengeras suara. Bersahut-sahutan meneriakkan takbir di sepanjang jalan. Bahkan dulu kata suami, kemeriahan menyambut idul fitri juga ditandai dengan lomba menghias gapura di setiap lorong-lorong kampung. Mungkin juga baby Q akan kaget dengan suara petasan yang tak berhenti diletuskan sepanjang malam. Lalu, menikmati masakan tetangga yang mengirim makanannya ke rumah. Malam itu tentu kami tidur larut meski seharian sudah menyiapkan makanan untuk hari raya. Padahal sebelumnya juga sudah menyiapkan bertoples-toples kue kering yang semuanya dibuat dengan tangan sendiri. Memang, malam menjelang idul fitri adalah malam yang paling sibuk tapi menyenangkan.
Dan esok paginya, ketika idul fitri sudah tiba, kami akan tergopoh berebut kamar mandi. Dan biasanya akan menajdi pengunjung paling akhir yang tiba di lokasi shalat. Selepas itu akan sibuk menerima tamu. Mungkin baby Q akan lelah. Seharian menyaksikan tamu yang tak kunjung surut. Tapi juga baby Q akan senang. Untuk pertama kalinya, bertemu langsung sanak saudara yang jarang dikunjungi. Idul fitri memang momen silaturahim. Untuk yang satu ini, orang-orang rela menikmati tantangan mudik.
Tapi tahun ini jelas berbeda. Setelah wabah Wuhan merebak di hampir seluruh dunia, Indonesia termasuk negara yang harus bersiaga penuh. Lalu lalang orang yang tak kunjung surut baik antar daerah maupun dari luar negeri menjadikan kita harus meningkatkan keamanan diri. Sayangnya, walaupun pemerintah sudah memberikan imbauan agar tahun ini tidak mudik, banyak masyarakat yang bandel. Acapkali melihat kenekatan orang-orang yang mudik, sepertinya kami ingin sekali mengikuti. Tapi kami harus sadar, rantai penyebaran wabah ini harus dihentikan. Lihatlah, semakin hari, kurva yang positif covid-19 semakin meningkat. Maka dimulai dari diri sendiri lalu pada keluarga dan syukur-syukur menular pada tetangga terdekat untuk menghentikan penyebaran wabah ini.
Sejak majelis ulama Indonesia (MUI) memberikan fatwa agar pelaksanaan idul fitri bisa dilaksanakan di rumah masing-masing, kami bersedih. Membayangkan kemeriahan idul fitri yang sudah pasti berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemeriahan ramadhan saja sudah tidak terasa, apalagi menyambut hari raya. Tapi kami harus tetap mempersiapkan hati. Tidak boleh terlalu larut dengan euforia idul fitri. Kemeriahan idul fitri harus kami bawa di rumah masing-masing.
Alhamdulillah beruntungnya kami masih satu daerah dengan salah satu orang tua. Dan sejak MUI menetapkan tata cara pelaksanaan idul fitri di rumah, kami memasang strategi bagaimana agar shalat idul fitri tetap berjalan. Kami memusyawarahkan siapa yang akan menjadi imam dan khatib. Berbagai jenis makanan khas idul fitri tetap disediakan, walaupun kami tak perlu repot seperti tahun-tahun sebelumnya. Baju baru?. Tentu saja untuk yang satu ini bukan lagi menjadi prioritas kami, bahkan sebelum wabah covid-19 menyebar tahun ini. Sudah lama kami tidak mengharuskan adanya baju baru di momen lebaran. Bersih dan suci, itulah prioritas baju yang akan kami kenakan.
ini idul fitri yang akan dikenang sepanjang masa. Lebaran pertama baby Q yang istimewa. Membayangkan momen idul fitri tahun ini yang sangat berbeda, saya sedih. Terlepas dari tidak bisa mengunjungi mertua, kemeriahan idul fitri yang biasanya menjadi amat dirindukan. Tapi, momen idul fitri memang bukan soal meriah atau tidak meriah, bersama atau tidak bersama. Momen idul fitri adalah seremoni setelah sebulan berusaha berjalan di area ketaqwaan. Rangkaian setelah bersusah payah mendidik nafsu dan hati. Hadiah dari Allah SWT atas kerja keras beribadah dan beramal sholeh.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Taqabbal Yaa Kariim.
Semoga Allah SWT menerima segala amal dan puasa kita. Aamiin.
#inspirasiramadhan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI-HARIKE-20


2 komentar
hiks kok jadi sedih bacanya yaa .... tapi barokalloh sudah berhasil menantang diro dan bertahan hingga titik penghabisan.masya alloh.. 20 hari tanpa henti nulis di blog. keren yusri... love you
BalasHapuspeluukkk...masyaAllah..kayak mindahin beban berat dr pundak wkwkwk...makasii buukk...jangan begadang lagi yaaa..sehat-sehat bumilkuuu ;)
Hapus