Tantangan 20 Hari, Terimakasih FLP!
Bagaimana cara menulis yang baik?. Caranya adalah dengan menulis dan terus menulis. Ya, tidak ada cara lain, tuliskan apapun itu. Beginilah jawaban para penulis jika ditanya dengan pertanyaan bagaimana bisa menghasilkan tulisan yang diminati masyarakat.
Beberapa tahun yang lalu, kampus kami kedatangan salah seorang penulis terkenal dimana sebelumnya beliau bertahun-tahun menyembunyikan dirinya. Padahal novelnya bestseller dan merajai penjualan terlaris hampir sebagian besar toko buku. Novelnya indah dan senantiasa menceritakan kehidupan Indonesia dari sisi yang sederhana dan menyentuh. Darwis atau yang lebih dikenal sebagai nama pena Tere Liye datang ke kampus kami bukan sebagai penulis. Beliau tidak mau menceritakan proses menulisnya dan bahkan beliau menolak pertanyaan yang berhubungan dengan kepenulisan. Beliau malah memberikan motivasi bagi kami mahasiswa. Menceritakan pengalaman-pengalamannya yang menakjubkan dan saya rasa pengalaman itulah yang menjadikan dirinya dapat menulis novel yang menyentuh tersebut.
Menulislah, maka engkau akan abadi.
Sebait kata dari penulis favorit saya, Bunda Helvy Tiana Rosa ini memang menghentakkan hati saya. Seorang penulis jasadnya mungkin mati tapi tidak dengan idenya.
Di awal ramadhan, tiba-tiba informasi mengenai menulis 20 hari tanpa henti masuk ke salah satu grup whatsapp saya. Imbalannya pun ada, namun tulisan yang dibukukan itu salah satu yang membuat tertarik. Saya kemudian menimbang dan mencoba memikirkan resikonya. Sebagai orang yang belum terbiasa menulis sebanyak 500 kata per hari selama 20 hari non stop, tentu saya harus memutar otak. Juga ini bulan ramadhan, dimana ada target yang harus didahulukan. Tapi, bismillah, baiklah dicoba dan berusaha walaupun nanti tidak tahu akan seperti apa.
Tantangan pertama adalah bagaimana memunculkan ide. Temanya memang sudah diberikan batasan dan ceritanya diambil dari keseharian. Tapi tantangan selanjutnya adalah bagaimana membuat tulisan sederahana ini menjadi menarik untuk dibaca. Tulisan cerita sehari-hari yang sederhana dan penuh hikmah adalah pilihan saya. Tidak setiap orang mampu menemukan hikmah dari setiap peristiwa dan semoga dengan sedikit hikmah yang muncul, ada pesan dari setiap cerita.
Menulis dengan kata-kata yang baku adalah tantangan berikitnya. Ini benar-benar membuat otak bekerja keras. Harus membuat cerita menarik dengan tata bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tidak membuat pembaca menjadi bosan. Ini bukan pula ceroen atau novel yang bisa dengan seenaknya memakai sudut pandang bahasa dari karakter misalnya. Sungguh, untuk yang satu ini saya agak menyerah. Memadukan unsur cerita yang menarik dengan tata bahasa yang enak ini agaknya perlu keahlian khsusus. Dan saya sendiri belum berpengalaman.
Berulang kali suami meminta untuk berhenti saja mengikuti tantangan 20 hari ini. Apalagi ketika saya mendadak sakit. Dikiranya saya terus-terusan bergadang memikirkan tulisan. Haha. Tapi ini sudah menjadi komitmen. Mulai dengan baik dan selesaikan pula dengan baik. Lagian siapa yang tidak mau tulisannya dibukukan bukan?.
Yang paling menantang adalah mencari celah waktu untuk menulis. Ditengah mengurus anak, menyiapkan menu buka dan sahur dan juga mengejar target ibadah lainnya. Jika menulis di pagi atau siang hari, resikonya adalah diganggu anak. Jika menulis di malam hari, resikonya sudah ngantuk duluan. Maka, sedikit demi sedikit saya menyelesaikan tulisan di handphone. Mencuri waktu saat anak lengah atau jika ada kesempatan sedikit saja untuk menyelesaikan tulisan. Dan ini sungguh sangat membantu. Alhamdulillah tiap hari mampu menyetor tulisan dan tidak pernah mepet banget mendekati waktu deadline.
Dan hari ini sudah memasuki hari ke-19 yang artinya tulisan ke-19 pula dan sudah ada 19 ide pula. Tantangan menulis ini memang akan berhenti di hari ke-20 tapi mengasah diri dan tulisan tidak boleh berhenti disini. Terimakasih forum lingkar pena Surabaya yang telah menginisiasi proyek kebaikan ini. Semoga ini adalah salah satu tapak perjuangan dalam karya-karya berikutnya.
#inspirasiramadhan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI-HARIKE-19


4 komentar
ayoo berjuang.. tinggal 1 hari lagi ummah baby Q
BalasHapussemangaaattt...hihi, ayo ikut ramadan virtual fest nya dompet dhuafa yuk, yang blog competition :)
HapusMasyaAllah luar biasaaa... semagaaat :)
BalasHapusaaihh senangnya dikomen kak ratnawa hihi, salam kenal kak :)
Hapus