Ramadhan Bersama Rasul
Di masa Rasulullah SAW berbagai peristiwa penting terjadi di bulan ramadhan. Setidaknya ada 3 peristiwa penting yang bisa kita ambil hikmahnya. Banyak riwayat yang mengatakan bahwa peristiwa turunnya Al-Quran terjadi di bulan ramadhan. Tiga belas tahun sebelum hijriyah, saat Muhammad SAW sedang ‘uzlah (berdiam diri) di gua Hira, Jibril datang membawa wahyu untuk pertama kalinya. Wahyu yang kemudian turun secara berangsur ini adalah penyempurna kitab suci yang turun sebelumnya.Peristiwa turunnya AL-Quran kemudian disebut nuzulul quran. Inilah bulan ramadhan, saat yang tepat untuk kembali membersamai Al-Quran. Saat tepat untuk kembali mesra dengan hafalan yang sudah terlupa karena kurang murojaah. Saat tepat untuk kembali merenungi ayat-ayat suci yang membuat hati lembut.
Kurang lebih 300 pasukan muslimin dengan gagah berani melawan musuh yang 3 kali lipatnya dari jumlah mereka. Kalau bukan karena keimanan, pastilah pasukan muslimin gentar melihat musuh sebanyak itu. Tapi karena semangat yang tinggi untuk berjuang di jalan Allah, berbondong meraih gelar syahid, maka tak ada rasa takut dalam peristiwa yang dikenal dengan perang Badr. Sebuah riwayat mengatakan perang Badr terjadi di bulan ramadhan, tepatnya tahun 2 hijriyah. Sebanyak 14 orang pasukan muslimin yang syahid dalam peristiwa tersebut dan 70 orang musuh ditawan. Abu Jahal, salah satu orang yang memusuhi Rasulullah SAW, terbunuh dalam peristiwa tersebut. Semangat Badr adalah semangat yang tak lekang oleh waktu untuk kaum muslimin dimanapun dan kapanpun. Di masa kaum muslimin yang jumlahnya masih sedikit dengan semangat tak putus asa dan niat ikhlas karena Allah SWT.
Fathu makkah dipicu akibat perjanjian Hudaibiyah yang dikhianati oleh kaum yahudi sendiri. Tak ada darah yang tertumpah dalam peristiwa penaklukan ini. Jumlah kaum muslimin yang semakin hari bertambah besar membuat musuh gentar. Muslimin yang memang berasal dari Makkah akhirnya kembali melepas rindu di kota tercintanya setelah sekian lama tak bisa dikunjungi. Kembali tawaf di Ka’bah dengan tenang setelah menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka’bah. Dan kembali menghirup udara Makkah yang bebas dari sesajen-sesajen bumi dan darah binatang yang disebar disekitar Ka’bah. Fathu makkah adalah buah kesabaran kaum muslimin. Tak ada kemenangan yang lebih baik dibanding menang diatas kesabaran.
Peristiwa-peristiwa ini adalah sejaran yang membangkitkan iman. Membacanya kembali di buku sirah nabawiyah akan selalu menghidupkan jiwa.
Teman terbaik sepanjang masa adalah membaca buku. Apalagi jika buku yang dibaca itu bermanfaat dan menghidupkan jiwa.
Di awal ramadhan saya sempat galau dengan kondisi yang tidak bisa kemana-mana. Dan Allah kemudian menunjukkan grup whatsapp baca sirah selama ramadhan. Sebenarnya di bulan ramadhan saya ingin menamatkan sirah khulafaurrasyidin yang bertahun dibaca tapi belum khatam, namun grup hanya diperuntukkan bagi yang ingin menuntaskan sirah. Agar tidak bosan, saya membaca sirah dari perspektif penulis kesayangan saya, syaikh Aidh Al-Qorni, sang penulis Laa Tahzan. Diksi yang memukau dan tidak kaku membuat buku sirah karangan beliau sangat enak dibaca.
Target pun bertambah. Membaca sirah nabawi dari perspektif lain ternyata meluaskan makna dari peristiwa yang terjadi kurang lebih 14 abad yang lalu. Tidak hanya itu, Aidh Al-Qorni juga menambahkan syair-syair yang menggugah dalam bukunya. Setelah judul buku, Al-Qorni juga menambahkan kata, episode terindah dalam kehidupan Muhammad SAW, yang menunjukkan bahwa penulis ingin mengungkap kehidupan istimewa dari Rasulullah SAW yang dikumpulkan dari riwayat-riwayat terpercaya untuk memukau para pembaca.
Di gua Hira, ketika terjadi pertemuan langit dan bumi antara Jibril dan Muhammad SAW, Jibril membawa wahyu pertama yang termuat dalam quran surat Al-Alaq. Di ayat pertama, Iqra, yang artinya bacalah, mengandung pengertian yang luar baisa banyak. Atas dasar ayat ini, ulama menyimpulkan bahwa membaca adalah suatu nikmat. Dan kenikmatan itu bertambah jika kita membaca sambil bermohon kepada Allah SWT. Maka mulailah dengan basmalah. Selamat membaca.


0 komentar