Belajar Ngeblog Itu Menyenangkan
Sepertinya sudah ratusan purnama ingin belajar blogging tapi tak pernah terwujud. Sudah ratusan kali juga menguatkan tekad. Apalagi ketika dunia blog sedang di pucuk daun, rasa-rasanya para blogger adalah orang paling keren sedunia. Entah niat yang tidak terlalu lurus atau tekad yang masih pejal atau motivasi yang kurang kuat, sehingga tahun kemarin mendaftar di blogspot.com pun baru terwujud. Itupun setelah mendaftar, blognya tidak pernah diisi. Sepi, berharap ide datang dengan sendirinya. Hening, hingga keinginan itu mulai padam lagi.
Ini seperti pungguk merindukan bulan. Kalau dulu hanya dipandang-pandang. Hanya menerka-nerka kapan bisa teraba. Hanya membayangkan bagaimana rasanya tulisan kita dibaca orang atau syukur-syukur bisa viral. Sekarang semuanya tampak nyata. Walaupun menjadi penulis terkenal rasanya masih jauh. Hahha.
Baiklah. Mungkin dulu tidak percaya diri. Merasa bahwa ide tulisan terlalu dangkal atau bahkan nihil. Sumber rujukan masih sangat kurang walaupun sekarang juga masih begitu. Tapi segenap keberanian harus mulai mewujudkan aksi nyata. Berbagai lintasan pikiran berebut memenuhi kepala. Harus ada wadah untuk menampung semua itu.
Ada 2 platform blog yang sangat terkenal dan berbiaya nol rupiah, yaitu wordpress dan blogspot. Menurut saya, blogspot.com jauh lebih mudah dibanding wordpress walaupun dari segi tampilan, wordpress jauh lebih enak dipandang. Dan pilihan pun jatuh pada blogspot. Cukup bagi pemula dan mudah mengikuti instruksinya. Berbekal buku panduan blogging oleh Jefferly Helianthusonfri yang dipinjam dari perpustakaan digital maka terwujudlah blog ala saya.
Setelah memilih blog, maka berikutnya bingung memilih nama blog. Apakah menggunakan nama pribadi, nama samaran atau apa. Ini seperti bagaimana merepresentasikan diri sendiri. Hingga terpilihlah sebening3mbun sebagai ikhtiar terakhir. Nama itu memang lekat dalam ingatan. Berharap setiap tulisan mampu membeningkan hati pembaca layaknya embun di pagi hari.
Tantangan berikutnya adalah bingung dengan banyaknya istilah di blog. Saya pun meraba-raba apa yang dimaksud dengan istilah ini dan istilah itu. Juga membuka situs-situs mendukung yang menjelaskan tata cara blogging untuk pemula. Senang tapi ribet. Ribet tapi puas. Bisa jadi karena pengaruh umur atau sudah terlalu lama tidak belajar serius atau karena banyaknya gangguan jadi belajar ngeblog belum bisa fokus.
Petualangan ini memang belum berakhir. Melirik blog orang lain yang jauh lebih ciamik sepertinya ingin menenggelamkan diri. Nikmati prosesnya, kata diri saya lagi. Tak pernah ada sesuatu yang instan di dunia ini. Bahkan mie instan saja perlu 3 menit untuk dimakan. Proses adalah guru. Tapi bukan sembarang guru. Ia tak cerewet. Tak juga banyak menuntut. Diamnya memaksa kita untuk bisa menginstropeksi diri sendiri tanpa harus banyak berkata.
Maka, ramadhan 1441 H adalah titik balik. Wadah bagi saya untuk mewujudkan impian yang tertunda. Menumpahkan isi kepala yang penuh. Menjadi ajang pembuktian diri. Sebagai wadah berekspresi dalam barisan kata. Juga sebagai celotehan emak-emak agar keceriwisannya tertampung. Walaupun ada harapan agar tulisan ini berfaedah di luar sana juga berharap ini menjadi catatan bagi diri pribadi kelak di masa depan.
Setiap kali penulis menyelesaikan tulisannya maka ia baru saja terlahir kembali.
Saya suka motivasi dari bunda Helvy Tiana Rosa ini. Kata-katanya magis dan menguatkan. Bahkan untuk orang seperti saya yang merasa bahwa angan menjadi penulis itu jauh dari impian.
Ini memang perjalanan rasa, penuh kesederhanaan dan semoga menjadi inspirasi.
#inspirasiramadhan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI-HARIKE-15


0 komentar