Surat Terbuka Untuk Umma Q
Hai, hows your life?
Bagaimana ramadhanmu kali ini?. Kondisi saat ini cukup menantang bukan?. Ditengah kondisi dunia yang di luar dugaan ditambah kondisi rumah tangga yang dinamis. Tak terasa sudah sampai di 15 ramadhan. Sepertinya baru kemarin seliweran postingan di whatsapp atau instagram tentang reminder countdown menuju ramadhan.
H-30 Ramadhan.
Semoga Allah memberikahi kita di bulan Sya’ban dan menyampaikan umur kita di bulan ramadhan
H-10 Ramadhan, sudah buat target?
Atau tips agar khatam 1 atau 2 atau 3 kali. Atau deretan kajian online yang bisa didengar selama ramadhan,
Rasanya waktu berjalan dengan cepat. Lalu, bagaimana target-target ramadhanmu?. Apakah tilawahmu lancar?. Apakah ibadah sunnahmu bertambah?. Apakah rukuk dan sujudmu semakin lama?. Sudah berapa sering hafalan quranmu diulang-ulang?. Apakah hak suami dan anak tidak ada yang kau abaikan?. Bagaimana pula stock asi buat si kecil?. Bagaimana juga dengan kekhusyukannmu?. Apakah semakin nikmat ibadah-ibadah yang kau jalani?. Apakah semakin baik hubunganmu dengan tetanggamu?. Apakah semakin kau muliakan kedua orangtuamu?. Apakah semakin sering kau doakan saudara-saudara seimanmu di luar sana?.
Ini ramadhan pertama bersama baby Q bukan?. Baby Q yang semakin aktif tentu membuat lelah. Berlari kesana kemari mengejar dirinya agar tak tersentuh bahaya. Menyenangkan atau malah kau isi dengan keluhan?. Ingat, tak semua wanita punya kesempatan seperti kamu. Satu-satunya cara adalah menikmatinya. Syukuri apa yang menjadi bagianmu dan jangan iri dengan bagian yang didapatkan orang lain.
Hei, tak usah membandingkan dirimu dengan orang lain apalagi dengan ibu-ibu lainnya di luar sana. Jangan repot-repot memberi perhatian pada rumput tetangga sementara rumput di halamanmu sendiri perlu kau rawat dan beri kasih sayang. Tak perlu pula kau mencari-cari kelemahan diri. Ingat kematian tak pernah memilih kapan ia harus menyapa. Entah siap atau tidak, saat Rabb-nya sudah memberi perintah maka malaikat Izrail langsung bekerja. Tanpa rasa enggan, tanpa banyak tanya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,
رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan
berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” [HR. Ahmad, shahih].
Hadits
ini dulu membuatmu merinding bukan?. Betapa tidak beruntungnya orang yang
mendapati ramadhan tapi tidak memperoleh ampunan dari Allah SWT. Sungguh
keterlaluan, Allah SWT sampaikan umur kita di bulan mulia ini tapi masih
disia-siakan. Rugi berkali-kali lipat.
Jadi,
tunggu apalagi?. Mumpung masih ramadhan, segera kencangkan sabuk pengaman.
Istighfar yang banyak. Luruskan niat dan mohon petunjuk dari Allah SWT serta
jangan lupa meminta ridha suami dan anak. Segera benahi keikhlasan diri.
Hindari segala fasilitas yang bisa menjadi gangguan.
Amanah
yang bertambah adalah nikmat bukan penghalang. Ladang pahala itu adalah ladang
pahalamu juga. Yang harus bertambah adalah mujahadahmu. Pahalamu sesuai kadar
lelahmu.
Tak apa bukan mengevaluasi sekali-sekali?. Aku hanya tak ingin kau melewatkan momen ramadhan dengan sia-sia. Bagaimana jika ini ramadhan terakhirmu?. Hingar bingar ramadhan memang tak seperti yang sudah-sudah, tapi itu menunjukkan bahwa ramadhan harus tetap meriah di hati.
Kau tahu?. Tadi malam kau membuatku bangga. Ditengah kondisi yang serba lelah, kau tetap berusaha menyelesaikan targetmu. Meski itu artinya jatah tidurmu berkurang. Tapi tak apa, sekali lagi pahalamu sesuai kadar lelahmu. Jangan mengeluh. Semoga lelahmu itu Lillah. Selamat berjuang di pertengahan etape selanjutnya. Ingat-ingat, bagaimana jika ini ramadhan terakhirmu?. Berjuanglah.
#inspirasiramadhan #dirumahaja #flpsurabaya #BERSEMADI-HARIKE-8


0 komentar